(Foto: Bapak Nailul Faiz)
Pemdes Bulumanis Kidul bersama beberapa pihak melakukan penanganan darurat pasca bencana banjir yang melanda Desa Bulumanis Kidul. Ahad (11/1) siang, bencana banjir yang melanda perkampungan menyebabkan beberapa kerugian terkait kondisi lingkungan. Tanggul yang jebol menjadi salah satu faktor paling berpengaruh sebagai penyebab banjir.
"Utamanya penutupan tanggul yang jebol. Apabila sewaktu-waktu debit air sungai naik, air tidak mengalir ke pemukiman warga. Selain itu juga fokus kami pada pembersihan sisa-sisa sampah serta lumpur yang terbawa banjir," ujar Bapak Kepala Desa Bulumanis Kidul, Susanto, S.T., M.Si.
Menurut Bapak Susanto pihaknya bekerjasama dengan Bagana dan LPBI MWC Margoyoso berusaha semaksimal mungkin lakukan penanganan cepat. Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari menjadi kendala penanganan. Selain itu, lumpur yang meluber hingga ke jalan menambah kendala upaya pembersihan.
"Kendala utama adalah alat. Karena dari tim LPBI dan BAGANA alatnya sangat minim sekali tapi alhamdulillah kegiatan didukung oleh LAZISNU MWC sehingga beberapa kendala cukup teratasi," kata Bapak Priyadi, selaku Ketua LPBI MWC Margoyoso dan Anggota BAGANA Satkorcab Pati.
Kegiatan penangan bencana berupa pembersihan berjalan secara kondisional, tergantung cuaca dan kondisi di lapangan. Kegiatan penanganan mencakup pembersihan lumpur dan sampah korban di beberapa lokasi. Sasaran utama pada fasilitas umum, seperti sekolah Polindes, membuka akses jalan yang tertutup, dan tentu saja rumah-rumah warga.
(Redaksi Edukratif)


Post a Comment