kali dibaca
Festival Rebana tingkat umum antar Ranting se-Kabupaten Pati 2026 diadakan pihak MWC NU Margoyoso pada (5/1) bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Festival diikuti sebanyak 20 grup rebana dalam ajang perlombaan dan pada saat pelaksanaan, jumlah tersebut tidak mengalami perubahan signifikan. Seluruh peserta dapat mengikuti acara sesuai jadwal yang telah ditentukan.
"Kegiatan yang sangat positif dan strategis dalam rangka menyambut Harlah NU ke-103. Selain ajang silaturahmi antar ranting, festival ini juga menjadi wadah pelestarian seni hadrah/rebana serta penguatan syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di lingkungan NU," ujar Zaenal Arifin selaku Koordinator Festival Rebana dalam kepanitiaan Harlah NU ke-103.
Festival rebana ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak panitia MWC NU dengan ISHARI, LDNU, dan LESBUMI MWC NU Margoyoso. Penyelenggaraan acara sempat mengalami perubahan jadwal, Zaenal menyebutkan hal tersebut karena penyesuaian agenda dan teknis agar pelaksanaan acara dapat berjalan lebih optimal. Koordinasi panitia dilakukan melalui rapat rutin, grup komunikasi, serta pembagian dan eksekusi tugas secara kondisional.
"Pengembangan dan keberlanjutan festival pada masa mendatang, besar harapan kami festival seperti ini dapat terus dikembangkan dan diselenggarakan dengan konsep yang lebih baik. Peserta lebih banyak serta persiapan yang matang agar manfaatnya semakin luas bagi warga NU dan masyarakat," kata Mas Zaenal.
Sistem penjurian dan teknis penilaian perlombaan dalam festival rebana menggunakan sistem penjurian. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang kompeten di bidang hadrah/rebana dengan kriteria tertentu. Seperti kekompakan grup, vokal, irama tabuhan, serta adab dan penampilan secara keseluruhan.
Perlombaan dimenangkan oleh Ikhwanus Shofa IPNU Kajen sebagai juara I, Syauqul Qolbi juara 2, dan As Salamah sebagai juara 3. Festival kali ini merupakan sejarah baru bagi MWC NU MARGOYOSO dengan adanya Banom baru yakni ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia) yang mampu menyelenggarakan acara besar dengan baik. Diharapkan acara festival seperti ini menjadi agenda tahunan agar bisa melestarikan budaya rebana yang ada di Margoyoso.
(Redaksi Edukratif)

Post a Comment