Menikmati Januari di Niimi-shi, Okayama-ken

kali dibaca

 

(Foto: Nurul Maulina W. Z.)


Bulan Januari di Jepang, terutama di Niimi, Prefektur Okayama masuk dalam kategori musim dingin. Musim dingin di Niimi-shi sangat bersalju, berangin, dan sebagian berawan. Kondisi ini berlangsung dari sekitar Desember hingga Maret dengan suhu sering di bawah titik beku dan potensi salju lebat.


Bila dilihat dari dekat salju di Niimi berbentuk kristal es simetris segi enam dengan bentuk pelat bintang (stellar plates) seperti gambar di emoticon. Hal ini bergantung pada suhu dan kelembaban saat terbentuk, sering kali saling menempel membentuk kepingan besar. Bagi yang belum pernah melihat salju pasti akan menjadi pengalaman menyenangkan.


(Bentuk salju dan tiket kereta di Jepang)

Niimi yang berada dalam kawasan Prefektur Okayama memiliki wilayah perkotaan utama yang berkembang di sepanjang hulu Sungai Takahashi. Stasiun utama Niimi dilengkapi dua peron pulau dan empat jalur dengan terowongan bawah tanah menghubungkan peron serta bangunan stasiun kayu dua lantai yang memiliki loket tiket. Sementara stasiun di Okayama memiliki arsitektur yang sangat tertata sehingga bagi pengunjung ketika keluar dari stasiun langsung mendapat jemputan bus atau KRL. 


Sistem moda transportasi di Okayama menyediakan Taksi dan Jasa Sewa Mobil selain KRL. Perjalanan dari Okayama menuju Niimi menempuh waktu kurang lebih sekitar 90 menit. Apabila berkendara dengan mobil dapat melewati jalur Rute 180 untuk menuju Niimi.


Sementara untuk sistem tiketing KRL maupun transportasi lain di Okayama menawarkan transaksi kartu IC utama nasional Suica. Sementara sistem tiketing yang lain dapat juga menggunakan sistem sekali pakai. Tiket kertas akan discanning dan tidak akan keluar lagi sebagai upaya untuk meminimalisir sampah.


Tiket seharga ¥3.250 atau setara Rp300.000,00 untuk perjalan PP dari Niimi ke Okayama serasa tidak ada ruginya. Menaiki kereta Yakumo (やくも) dengan duduk di sebelah jendela menawarkan pemandangan yang sangat indah. Melihat ranting pohon yang menguning dan sebagian tanpa daun akibat kondisi dingin.



Penulis: Nurul Maulina W. Z.


Editor: Resza Mustafa


Tulis Komentar

Previous Post Next Post